Jumat, 19 Oktober 2012

Landasan Pendidikan (hakekat dan Defenisi)

Pendidikan dilihat sebagai sebuah pertumbuhan yang diakibatkan oleh pengalaman-pengalaman yang pada akhirnya membuat manusia itu bertumbuh. Bentuk dasar dari pendidikan itu sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 (dua) bentuk yaitu: Pendidikan Formal (sekolah), dan Pendidikan Informal (keluarga).

Kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu: educere, yang terdiri dari /e/=keluar, dan /ducere/=pendidikan. Jadi, educere didefenisikan sebagai: memimpin, membimbing, menuntun keluar dari kebodohan, ketidaktahuan, menjadi manusia yang mandiri, dewasa dan bertanggung jawab.



Layaknya sebuah pengertian, ada banyak juga para ahli pendidikan yang ikut mendefeniskan pendidikan itu sendiri dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Berikut adalah pengertian pendidikan menurut para ahli.

1.    Driyarkara
Menurutnya, pendidikan adalah suatu proses untuk memanusiakan manusia muda. Terdapat 2 (dua) tahap yang terjadi disini, yaitu:
•    Homilisasi; yaitu sebuah proses untuk menjadi manusia umum.
•    Humanisasi; yaitu proses menjadi manusia yang lebih tinggi, lebih cemerlang, cerdas, bersinar halus yang menghargai orang lain.

2.    Alfred North Vohitehaed
Pendidikan menurutnya adalah: “quidence of the individual to wards comprehension of the art of life.” (tuntunan pribadi menuju pemahaman akan seni kehidupan)

3.    Thomas Groome
Pendidikan dapat dilihat sebagai aktifitas politik bersama peziarah yang dengan sengaja dan terarah mendampingi manusia dahulu, sekarang dan nanti.

4.    Charles Mclehert
Beliau memaparkan 6 (enam) kriteria bagi kegiatan mendidik, antara lain:
a)    Suatu kegiatan intensional atau terarah kepada pencapaian sesuatu.
b)    Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan nilai yang ada
c)    Pengetahuan yang dalam dan luas
Untuk bagian ini, Paul Hirst mengklasifikasikannya sebagai berikut:
•    Pendidikan I (pendidikan tradisional); sebagai proses mengalihkan tradisi, nilai-nilai dari suatu budaya tanpa nilai, tanpa sikap kritis yang memadai.
•    Pendidikan II; dikatakan sebagai sikap terbuka dan kritis hanya dalam bidang ilmu pendidikan
•    Pendidikan III (sikap kritis dan otonom); diijinkan tetapi hanya dalam konteks tradisi tetapi tetap mengakui tradisi sebagai penentu kebenaran.
•    Pendidikan IV; berisi semua keyakinan, nilai, keterampilan yang tunduk kepada instansi kritis, akal budi

d)    Pendidikan adalah proses yang langgeng dan berlansung sepanjang hidup
e)    Pendidikan selalu melibatkan interaksi interpersonal
f)    Pendidikan senantiasa menyambut keseluruhan pribadi dan relasi-relasinya

5.    Langeveld M.J
Pendidikan merupakan usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar mendewasakan anak itu  melaksanakannya sendiri.

6.    Ki Hajar Dewantoro
Pendidikan dilihat sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak, yang senantiasa menuntun kekuatan kodrat mereka agar mencapai kebahagiaan yang setinggi-tinggi.

7.    Laurens Cremin
Pendidikan sebagai usaha sengaja dan sistematis untuk menyampaikan, membangkitkan dan memperoleh pengetahuan, sikap-sikap, keterampilan-keterampilan, nilai-nilai dan kepekaan-kepekaan. Ciri-cirinya adalah:
•    Kegiatan terarah dan sistematis
•    Kegiatan dilakukan untuk menyampaikan pengetahuan, nilai, sikap, kepekaan, tidak hanya menyengkut pengetahuan saja.
•    Seorang pendidik harus memperhatikan 3 (tiga) aspek yaitu: Afektif (ilmu pengetahuan), Kognitif  (penghayatan nilai), dan Psikomotorik (tingkah laku lahir; mampu menjalankan operasi bagian-bagian tubuhnya/fungsi)

8.    John Dewey
Pendidikan adalah suatu proses membimbing, mendewasakan seseorang.
Pendidikan harus menyangkut hasil-hasil seperti: pembentukan sikap dan kepribadian untuk memenuhi bentuk standar kegiatan sosial (kehidupan nyata, tantangan-tantangan sosial). Hal ini bisa berarti bahwa:
•    Pendidikan tidak boleh menjauhi kehidupan sosial
•    Masyarakat adalah lingkungan pendidikan yang sebenarnya
•    Pendidikan harus membuat manusia peka

9.    Umar Tirtahardja dan S.L.La Sulo
Dilihat dari segi fungi, pendidikan dapat dilihat sebagai:
•    Proses transformasi budaya
artinya membuat budaya akan lebih mampu menanggapi perubahan, membuat ketergantunan berubah menjadi relasi sosial yang tidak lagi bergantung kepada orang lain, dan tentu saja pada akhirnya mampu memahami kehidupan kebudayaan itu sendiri.


•    Proses pembentukan pribadi;
Pendidikan diarahkan untuk membuat individu mengetahui lebih banyak hal, menjadikan individu tersebut lebih kuat dengan menghayati nilai-nilai pendidikan yang ada, dan menjadi lebih terampil.
•    Proses penyiapan warga negara
Negara memiliki tugas untuk menyiapkan warga yang solider, dan pendidikan diharapkan mampu menghasilkan warga negara yang toleran, dan berbakti kepada bangsa
•    Proses penyiapan tenaga kerja
Pendidikan bertujuan untuk melatih tenaga-tenag yang terampil untuk kemudian dipakai sebagai alat-alat masyarakat yang berkualitas.

10.    Pengertian menurut GBHN
•    Pendidikan tentu saja berakar pada Pancasila
•    Diharapkan melalui pendidikan, harga diri/harkat dan martabat bangsa dapat dinaikan
•    Pendidikan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa
•    Menjadikan manusia Indonesia yang berkualitas, mandiri, mampu membangun dirinya dalam masyarakat sekitarnya
•    Memenuhi kebutuhan nasional
•    Berorientasi pada arah mencerdaskan kehidupan bangsa
Pendidikan adalah usaha untuk membangun manusia pembangun; membangun dirinya dan masyarakat.

11.    Menurut UU No 2 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.
Obyek yang melakukan pendidikan harus sungguh-sungguh sadar dan mempunyai rencana berupa ide, gagasan, mimpi yang hendak dicapai.

**********************

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar