Metode bermain peran dan metode sosiodrama dapat dikatakan sama artinya. Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku
dalam hubungannya dengan masalah sosial. Metode sosiodrama merupakan cara
mengajar yang dilakukan oleh guru dengan jalan menirukan tingkah laku dari
sesuatu situasi sosial. Sedangkan metode bermain peran lebih menekankan pada
keikutsertaan para murid untuk memainkan peranan/bermain sandiwara menirukan
masalah-masalah sosial. tertentu. Kedua metode yang mempunyai maksud sama ini,
sering dilakukan secara silih berganti dalam implikasinya sehingga diharapkan anak-anak
akan lebih menghayati pelajaran yang diberikan. Sosiodrama tepat digunakan pada materi yang berhubungan dengan
masalah-masalah fenomena sosial menyangkut hubungan antara manusia, seperti masalah kenakalan remaja, narkoba,
gambaran keluarga yang otoriter, dan lain-lain. Topik yang juga bisa diangkat
dalam metode bermain peran adalah misalnya kejadian seputar pemberontakan para
pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, atau gambaran keadaan yang mungkin
muncul pada abad teknologi informasi.